Reborn
2016 ke 2017 membutuhkan waktu yang sangat lama untuk saya menemukan sosok pribadi dari diri saya ini. Banyak penolakan yg awalnya saya pikir ini untuk kebaikan saya. Namun, ternyata setelah melalui banyak proses saya hanya menutup diri, bukan mengembangkan diri. 2017 saya banyak dipertemukan dengan manusia yang mampu mengubah pola pikir saya. Saat itu, Saya bertemu Designer grafis dari malang namanya mas Ibnu.
Dia ini adalah fasilitator saya sewaktu saya mengikuti TataRupa, dia banyak mengubah mindset saya tentang dunia Design Grafis yang memang sekarang ini menjadi pilihan banyak orang. Untuk terjun disana sangat lah tidak mudah, tidak seperti seorang pedagang yang sangat cepat menemukan inovasi untuk usahanya. Design, adalah tentang rasa, tentang kepekaan kita terhadap dirisendiri, tentang kreativitas tanpa batas yang terus merajalela didalam kepala. That's why i choose design, mungkin lebih tepatnya saya tidak memilih. Namun, sayalah yang dipilih oleh alam . Dan di 2017 lalu saya baru menyadari, saya bukan lah apa-apa. Banyak sekali talent kreatif yang saya temui saat itu. Ada Mas Doni, dari dunia per-doodle-an nya . Mas haikal dengan Letteringnya. Mba Dewi, yang sangat peka dengan isu-isu perempuan. Ko Vincent, yang sepatah dua katanya mampu menginspirasi. Mas Dayat, yang ngga ada matinya tentang kreatifitas. Dan orang yang paling gila menurut saya adalah Bu Risma, iya Walikota Surabaya ini pernah mengkritik saya.
Saya masih ingat sekali dengan cetusnya ia bilang "Dengan gaya designmu seperti ini memang bagus. Tapi untuk siapa kamu gambar? Kalo kamu tertutup gini"
Dia ini adalah fasilitator saya sewaktu saya mengikuti TataRupa, dia banyak mengubah mindset saya tentang dunia Design Grafis yang memang sekarang ini menjadi pilihan banyak orang. Untuk terjun disana sangat lah tidak mudah, tidak seperti seorang pedagang yang sangat cepat menemukan inovasi untuk usahanya. Design, adalah tentang rasa, tentang kepekaan kita terhadap dirisendiri, tentang kreativitas tanpa batas yang terus merajalela didalam kepala. That's why i choose design, mungkin lebih tepatnya saya tidak memilih. Namun, sayalah yang dipilih oleh alam . Dan di 2017 lalu saya baru menyadari, saya bukan lah apa-apa. Banyak sekali talent kreatif yang saya temui saat itu. Ada Mas Doni, dari dunia per-doodle-an nya . Mas haikal dengan Letteringnya. Mba Dewi, yang sangat peka dengan isu-isu perempuan. Ko Vincent, yang sepatah dua katanya mampu menginspirasi. Mas Dayat, yang ngga ada matinya tentang kreatifitas. Dan orang yang paling gila menurut saya adalah Bu Risma, iya Walikota Surabaya ini pernah mengkritik saya.
Saya masih ingat sekali dengan cetusnya ia bilang "Dengan gaya designmu seperti ini memang bagus. Tapi untuk siapa kamu gambar? Kalo kamu tertutup gini"

Comments
Post a Comment