YOLO Trip ke Jogja Part 1






Februari lalu, saya dan teman-teman memutuskan untuk short trip sebenernya ini lebih ke YOLO trip . Ini adalah trip ter-YOLO kami yang pertama,  H-3 keberangkatan perencanaan kami baru matang, mulai dari sewa apartemen, sewa motor, destinasi, sampai tempat makan. 

H-1 keberangkatan kita kedatangan member baru , yang awalnya 4 orang kini menjadi 5 orang, terpaksa saat itu juga kita memutar otak untuk menyewa motor tambahan untuk teman kami yang satu ini . Persiapan sudah matang dan.... Tiba saatnya hari H . Kami berangkat setelah sholat isya, dengan kondisi surabaya yang sedang hujan. Kami berangkat dari terminal purabaya atau lebih dikenal bungurasih, naik bis. Kami ber 5 memutuskan untuk berpencar . Kami naik bus dengan tarif  kurang lebih Rp. 60.000,- . 2 teman laki-laki saya duduk di bagian depan dekat dengan pintu, saya dan teman saya duduk di 3 kursi dari teman saya laki-laki lalu satu lagi teman saya duduk dibagian tepat belakang saya . Kami ber 5 sebelumnya tidak tau ini bus patas atau biasa dan sebelumnya belum pernah naik bus ke jogja . Makin malam bis melaju makin kencang, singkat cerita teman saya ini ternyata kecopetan bagian depan tasnya sudah robek bekas sayatan. Dan yang lucu lagi adalah si pencopet ini malah mengambil kalkulator scientific yang dikiranya adalah handphone hahahaha.. jam 6 pagi kami tiba di terminal giwangan, disambut dengan udara sejuk khas jogja pagi hari . Demi meghemat pengeluaran, Kami ber 5 memutuskan untuk naik transjog ke malioboro untuk menyewa motor. Tarif transjog dari terminal giwangan ke malioboro hanya Rp. 3000,-. 

Jalanan Malioboro nampak sepi pada pagi hari



Sesampainya di malioboro kita langsung menyewa 3motor untuk 3 hari kedepan . Dengan tarif Rp.80.000,-/hari. Kebetulan hari itu masih pagi dan kami belum merencanakan untuk pergi kemana, kami langsung tancap gas mencari warteg terdekat . Setelah mengitari malioboro dan kami melihat hanya satu warteg terbuka, tanpa pikir panjang kami langsung memarkir motor didepan warteg tersebut . Kami sudah ber ekspektasi jika warteg adalah tempat makan andalan para pelancong seperti kami dan kami yakin pasti murah . Harga di warteg ini terbilang relatif murah untuk warteg prasmanan dengan range harga Rp. 6000,- sampai Rp. 20.000,- . Setelah kami menyelesaikan masalah perut, kami jalan jalan sebentar untuk menikmati sejuknya jogja dipagi hari tanpa macet. Jam 10 kita mulai berangkat lagi ke apartemen tempat kami menginap yang berlokasi di seturan. Dari jalanan malioboro ke seturan menghabiskan waktu sekitar 15 menit tanpa macet. Sesampainya di apartmen ternyata kita terlalu pagi untuk check-in . Alhasil, kami tidak bisa istirahat sejenak dan membersihkan diri. Tapi, untung saja pihak apartemen menawarkan kalau kami bisa menitipkan tas bawan kami ke mereka. Langsung saja kami iyakan, dan kami hanya membawa 2 kamera dslr dan tas kecil dan mulailah kami berdiskusi "hari pertama mau kemana nih?". Raiyan nyeletuk "pantai aja yuk! Cabs!" . Tanpa pikir panjang kami pun bergegas berangkat yang sebenarnya kami tidak tau mau ke pantai mana wkwk. Bermodal google maps akhirnya kami menemukan tujuan pertama yakni, pantai woh kudu. Banyak orang bilang woh kudu ini destinasi menarik untuk para pelancong yang suka camping. Dan alasan lain kenapa kami memilih Pantai Woh Kudu adalah, letaknya yang lumayan dekat dengan banyak pantai seperti Pantai Gesing, Pantai Kesirat, dan beberapa Pantai lainnya. Lanjut ke part berikutnya >>>>

Comments

Popular posts from this blog

Pengaplikasian /Teori Gauss & Gauss Jordan pada Pemrograman Java