YOLO Trip ke Jogja Part 2 ( Pantai Woh Kudu)

Perjalanan dari Apartemen tempat kami menginap ke Pantai woh kudu 1 jam 13 menit (yang ada dipeta). Saat perjalanan saya pun belum terbayang medan yang kita lalui seperti apa. Karena sepanjang perjalanan saat itu kita hanya melihat sawah sawah dan rumah rumah ala pedesaan.



 Lalu kami memasuki daerah Imogiri(bantul) perjalanan sedikit aneh karena medan yang kami lalui tidak ada sedikitpun bau bau pantainya yang kami lihat sepanjang perjalanan adalah pepohonan pinus. Adrenalin semakin berpacu karena medan makin lama makin tidak beratur. Kami melewati tanjakan, jalanan yang tikungannya yang sangat curam, ditambah lagi jalan yang sedikit licin. Kecepatan kami kurangi saat itu dari kecepatan diatas 100km/jam ke 80km/jam. 

Kami sempat berhenti sejenak untuk memastikan apakah kami salah jalan atau tidak. Dan ternyata tak jauh dari tempat kita berhenti terdapat sign lokasi Pantai Wohkudu. Kami semakin semangat karena kami mengira sudah dekat dengan lokasi yang kami tuju. Bau Pantai dan suara ombak mulai terlintas. Ternyata.. medan yang kita lalui berbeda lagi dengan area imogiri. Didaerah ini akses jalannya lebih sempit, jalanan ini bermaterialkan kapur dan sedikit becek .  Setelah kami berhasil melalui jalanan yang aneh ini, sampailah pada sign bertuliskan Pantai Woh Kudu. Tapi belum terlihat pantainya hahahaha hanya ada warung dan area parkir disana kami berhenti sejenak. Untuk ke ternyata Pantainya kita harus turun lagi dengan jalan kaki. Kami seperti sedang tracking ke pegunungan saat itu karena medan yang kami lalui persis seperti track untuk mencapai puncak gunung. Saat itu hari sabtu tapi track ke pantai ini terbilang sangat sepi. Hanya ada kami ber 5 yang sedang melewati track ini. Kami makin excited karena sudah mulai terdengar ombak yang menghantam karang . Tracknya lumayan panjang dan menurun sehingga membuat kami terasa capek. 
Setelah lelah dengan track yang tidak jelas ini kami serasa menemukan surga ..  pasir pantai mulai kami injak dinding pantai yang berbalutkan tumbuhan berwarna hijau segar, ombak yang menghantam karang, dan warna air laut yang biru seakan menyambut kami dengan suka cita. Lelah kami terbayarkan dengan semesta yang indah ini. Tak henti henti kami mengucap syukur dan kagum atas ciptaan-Nya. Sayapun segera mengeluarkan kamera dslr untuk memotret keindahan ini 

Setelah puas kami berfoto kami istirahat sejenak dan masih tergambar bagaimana lelahnya kami melewati track untuk kembali. Oh iya, disana juga terdapat gubuk kecil dan ini adalah warung. Si penjual di warung ini juga menawarkan kami untuk Nge-Camp sejenak, beliau bilang kalau disini sering sekali banyak orang ingin camping dan katanya kalau malam pemandangan jadi makin indah karena disini kita bisa melihat ribuan bintang bertebaran dilangit. Setelah asyik ngobrol dengan si penjual. Kembalilah kami menaiki track. Hal menariknya disini adalah, saat kami naik justru inilah hal yang paling melelahkan. Akhirnya sampailah kita keatas untuk sejenak beristirahat meminum teh dan mencuci muka. Kami juga ngobrol dengan penjual diwarung ini, dia memberitahu kami sebenarnya banyak sekali pantai disini tapi banyak pula akses jalannya yang kadang tertutup dan ada pula akses jalan yang berlumpur sehingga pantai ini sepi pengunjung. Ada juga pantai yang akses jalannya lumayan bagus. Disitu kami langsung tertarik, dan memutuskan setelah istirahat ini kami pergi kesana.

Ndutty juga ingin eksis tenyata haha

Ombak yang menghantam batu karang

Lanjut part berikutnya >>>  

Comments

Popular posts from this blog

Pengaplikasian /Teori Gauss & Gauss Jordan pada Pemrograman Java